Tok! The Fed Tahan Suku Bunga Lagi, Isyaratkan Cut 3x di 2024

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga acuan di level 5,25-5,50%. The Fed juga mengisyaratkan untuk memangkas suku bunga sebanyak tiga kali tahun depan.

Keputusan The Fed menahan suku bunga ini merupakan yang ketiga kalinya dalam tiga pertemuan terakhir. Keputusan juga sejalan dengan ekspektasi pasar.

Sebagai catatan, The Fed mengerek suku bunga sebesar 525 bps sejak Maret 2022 hingga Juli tahun ini sebelum menahannya pada September, November, dan Desember 2023.

Chairman The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers, Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, mengatakan jika inflasi sudah bergerak sesuai keinginan The Fed. Namun, dia mengingatkan jika inflasi masih tinggi. Dia mengingatkan jika upaya menurunkan inflasi ke target mereka yakni 2% bisa berubah dan masih belum pasti.

“Inflasi sudah melandai dari titik puncaknya tetapi tidak disertai dengan kenaikan signifikan pengangguran Ini adalah kabar yang sangat baik. Namun, inflasi masih terlalu tinggi,” tutur Powell, dikutip dari CNBC International.

Inflasi AS sudah turun jauh dari 9,1% (year on year/yoy) pada Juni 2022 menjadi 3,1% (yoy) pada November 2023. Inflasi semakin mengarah ke target sasaran The Fed yakni 2%.
Tingkat pengangguran AS masih sulit turun tajam dan angkanya masih bergerak di 3,7% pada November 2023, hanya naik tipis dibandingkan akhir tahun lalu yakni 3,5%.

Pertumbuhan ekonomi AS juga masih sangat kencang yakni di angka 4,9% hingga September 2023. Melandainya inflasi AS membuat pelaku pasar kini mulai berekspektasi jika The Fed mulai akan memangkas suku bunga pada Maret tahun depan.

Dalam konferensi pers, Powell menjelaskan jika pembicaraan pemangkasan suku bunga memang sudah ada dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan ini. Pernyataan Powell ini jauh lebih lunak dibandingkan pada pertemuan November lalu di mana dia menegaskan masih terlalu premature memikirkan pemangkasan suku bunga.

“Itu (pemangkasan) mulai ada dalam pandangan kami dan menjadi topik diskusi kami,” ucapnya.

Powell juga mengatakan jika ekonomi sudah berjalan normal dan The Fed tidak perlu lagi mengetatkan kebijakan suku bunga.

Dokumen Dot Plot Tunjukkan Teh Fed Makin Dovish

Dokumen “dot plot” The Fed menunjukkan jika anggota bank sentral mulai mengindikasikan adanya pemangkasan suku bunga. Sebanyak 17 anggota memperkirakan pemangkasan suku bunga tahun depan sementara hanya dua yang memperkirakan tidak ada penurunan suku bunga. Tidak ada anggota FOMC yang memperkirakan suku bunga akan naik tahun depan.

Sebanyak delapan anggota memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga setidaknya 75 bps pada tahun depan sementara lima lainnya memperkirakan pemangkasan suku bunga lebih dari 75 bps. Median ekspektasi suku bunga ada di angka 4,6% dalam dot plot terbaru, turun dibandingkan 5,1% pada proyeksi September.
Dot plot ini mengindikasikan adanya kemungkinan The Fed memangkas suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun depan.

Dot plot, atau proyeksi suku bunga The Fed menjadi fokus lain dari pelaku pasar. Setiap akhir kuartal, The Fed akan memberikan proyeksi suku bunganya, terlihat daridot plot. Setiap titik dalamdot plottersebut merupakan pandangan setiap anggota The Fed terhadap suku bunga. Dalam dot plot, tergambar seperti apa anggota FOMC melihat suku bunga ke depan.

Dalam dokumen terbaru, The Fed juga memperbaharui proyeksi inflasi dan pengangguran. The Fed memperkirakan inflasi inti akan melandai ke 3,2% pada 2023 dan menjadi 2,4% pada 2024. Inflasi akan bergerak ke 2,2% pada 2025 dan kembali ke sasaran The Fed di angka 2% pada 2026.
Belanja konsumsi warga AS (PCE) diproyeksi akan ada di 2,8% pada tahun ini dan 2,4% pada 2024. Pada proyeksi September angkanya ada di 3,3% untuk 2023 dan 2,5% untuk 2024.

Komite The Fed juga memperbaharui proyeksi pertumbuhan ekonomi AS yakni menjadi tumbuh sebesar 2,6% pada tahun ini.
Proyeksi untuk 2023 lebih tinggi dibandingkan pada September yakni 2,1% pada 2023 tetapi lebih rendah untuk tahun depan yakni menjadi 1,4% dari 1,5%.
Angka pengangguran diperkirakan masih tetap di 3,8% pada 2023 dan naik menjadi 4,1% pada 2024. https://asiafyas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*